Yang Miskin Tak Boleh Nabung

February 10th, 2010 | Categories: Ekonomi | Tags: , , ,

Kayaknya terlalu hiperbolis ya judulnya? Tapi jujur itu bukan ungkapan yang berlebihan tentang dunia perbankan kita. Sampai detik ini, aku belum bisa nemuin produk simpanan perbankan yang menarik dengan biaya perbulan yang cukup terjangkau, terutama buat masyarakat golongan menengah ke bawah. Kenapa aku berani bilang seperti ini? Pasti ada alasannya donk. Simak aja ceritaku ini.

Jujur aku pernah mencoba dan berpindah2 bank untuk menyimpan kelebihan gajiku yang tak habis terpakai (jumlahnya dikit sih, tapi daripada ditaruh dompet, yang ada nanti malah habis dibuat beli-beli). Dari bank konvensional, sampai bank syariah. Dari beberapa produk perbankan yang pernah aku gunakan, rata-rata dibebani biaya administrasi sejumlah 7.500 ke atas. Sebagai catatan, biaya administrasi segitu, dibebankan jika kita menggunakan fasilitas ATM. Jika tidak menginginkan penggunaan ATM, biayanya sekitar 2.500 ke atas (tapi dengan catatan, setiap penarikan uang, tabungan dipotong sekitar 2.500 di luar jumlah uang yang diambil). Kalau saldo tabungannya banyak sih nggak masalah.

Dua jenis tabungan itu (maksudnya dengan menggunakan ATM dan nggak menggunakan ATM), jelas punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Kalau menggunakan ATM, kita bisa mengambil uang dimana aja selama ada mesin ATM dan nggak dipungut biaya apapun (khusus untuk ATM bank itu sendiri, tapi ada bank yang memberikan layanan gratis penarikan di ATM mana saja). Jadi nggak usah datang ke Kantor Bank (apalagi jaraknya jauh) dan antri dengan bejibun orang itu. Bahkan ada Kartu ATM bank tertentu yang bisa digunakan belanja di tempat-tempat tertentu.

Kalau kita mengambil paket tabungan yang tanpa kartu ATM, kita harus rela antri di bank dan dipotong biaya 2.500 setiap kali penarikan. Belum lagi Bank itu kan dibatasi jam kerjanya. Bayangkan kalau kita butuh uang pas hari libur? Mau ngambil dimana? Banknya kan tutup! Jadi semuanya kembali ke nasabah ingin model tabungan yang seperti apa, sesuai dengan kebutuhannya.

Kembali lagi ke topik, terakhir, aku nabung di salah satu bank syariah yang cukup terkenal di Indonesia. Waktu itu, aku tertarik dengan bank ini, karena dua alasan. Pertama, karena mereka tidak menarik biaya administrasi sepeserpun per bulannya, selama saldo tabungan kita tidak di bawah minimum (100ribu rupiah). Kedua, karena mereka menerapkan layanan penarikan uang dari ATM mana aja dengan tanpa biaya. Mau ATM bersama, ATM BCA, semuanya bisa. Enak banget kan?

Tapi nyatanya itu nggak berlangsung lama, pas bulan Desember kemarin, aku baru nyadar kalau tabunganku berkurang cukup banyak. Denger-denger, bank tempat aku nyimpan uang menerapkan program baru, yakni biaya administrasi bulanan sejumlah 7.500 rupiah. Waduh-waduh… Kenapa nggak ada kabar dulu ke nasabahnya ya? Langsung aja main naik-naikkan biaya administrasi tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Seharusnya kan mereka bisa meletakkan pengumuman entah di surat kabar, atau bisa juga dengan poster di tempat umum.

Itulah kenapa sekarang aku ngerasa nggak ada kesempatan buat orang dari kalangan menengah ke bawah untuk menabung. Mahal sih! Mending disimpen di bawah bantal aja kalau gitu. Betul..betul..betul..?
 



Print This Post Print This Post
  1. February 10th, 2010 at 12:36
    Reply | Quote | #1

    Wah saya malah belum ngerti tentang cara nyimpan uang di bank,alasan nya seperti judul di atas tu :D
    Klo ada uang smpan di bwh ksur aja he,he,he maklum orkamp. :D

    • a-rief
      February 10th, 2010 at 14:09
      Quote | #2

      @mr. o2n : bukannya aku ngelarang orang buat nabung lho ya. tapi sekedar saran aj, kalo uangnya pas2an, mending jangan nabung ke bank deh. takut nyesel nantinya, uangnya habis kepotong biaya administrasi

  2. February 10th, 2010 at 18:25
    Reply | Quote | #3

    kalo di bukopin cuma 6rb kalo gak salah…hehehe,,

    dah bukopin ajah…:P

    • a-rief
      February 10th, 2010 at 21:23
      Quote | #4

      @kus andriadi : wah, promosi nich?

  3. February 11th, 2010 at 02:46
    Reply | Quote | #5

    yach..lagi2 sistem yg ada, kok kayak gitu sih.. main rubah aturan seenaknya tanpa konfirmasi. iya kalo tambah enak, lha kalo tambah rugi..buat apa..?
    mending titipin saya aja mas, saya juga punya bantal lho..hehe :-D

    • a-rief
      February 11th, 2010 at 05:51
      Quote | #6

      @hary4n4 : wah, info sesat nich he..he..
      bisa2 uang hbs dipake belanja ma mas :-D

  4. February 11th, 2010 at 08:47
    Reply | Quote | #7

    mending duitnya ditabung dalam bentuk tanah aja kali ya, biar nilainya makin naik tanpa perlu takut bunga karena riba. Hehe

    • a-rief
      February 12th, 2010 at 07:58
      Quote | #8

      @kimsanada : iya juga sih. tapi investasi buat beli tanah kan mahal

  5. February 11th, 2010 at 11:21
    Reply | Quote | #9

    betul itu.bila duit nya pas pas’an lbih baik simpan aja dulu di dlam rumah sendiri..

    • a-rief
      February 12th, 2010 at 08:01

      @yuwaku : bener banget

  6. February 26th, 2010 at 16:51

    Bngung jg ya klo klebihan uang cma minm, d tmpatku klo d taruh d bawah bantal (brbau kain) uang akan brkurang scara misterius bsa sampe 100%, walo keamanan sngt trjamin dri jangkauan tangan manusia manapun (pintu trkunci)
    Tp klo d bank jg makn biaya.

    • a-rief
      February 26th, 2010 at 17:43

      #baezur : ya iyalah hilang mas. kalo uang d dompet habis, kan yang jadi sasaran uang di bwah bantal :-D