UNAS, Hantu yang Tetap Ditakuti

April 25th, 2009 | Categories: Pendidikan | Tags:

“Mas, soalnya kok sulit-sulit sih! Aku nggak yakin ma sebagian besar jawabanku. Aku takut nggak lulus nich!”

“Santai aja, pokoknya selama kamu tetep belajar dan berdoa, pasti semuanya berjalan dengan lancar.”

“Tapi aku bisa lulus nggak ya?”

“Kamu pasti bisa lulus kok. Tenang aja, jangan gugup waktu ujian berlangsung. Percaya aja ma dirimu sendiri”

Kalau kalian tanya tentang persiapan UNAS pada anak-anak sekolah (dari SD sampai SMA), pasti yang ditanya akan sedikit kaget. Kenapa? Karena sejak dulu UNAS ini memang sesuatu yang cukup menakutkan bagi mereka. Perhatikan aja percakapan di atas antara aku dengan “adik-adikku” selama 5 hari melewati ujian yang menurut mereka menakutkan itu. Kelihatan banget kalau mereka gugup dan kurang optimis bisa lulus dari UNAS. Menurutku sih wajar banget kalau mereka berpikir gitu. Gimana nggak pesimis, soalnya aja sulit, trus kalau misalnya nggak dapat nilai minimal bakal bisa dipastikan yang bersangkutan akan nggak lulus, dan … (pikir sendiri deh kelanjutannya!).

Nggak cuma anak yang ikut UNAS aja yang bingung, tapi juga orang tua, dan guru juga ikutan bingung. Orang tua dan guru bingung karena takut malu jika anak/siswanya nggak lulus. Dengan dalih seperti ini, akhirnya seperti kita tahu di berbagai media, ada beberapa sekolah yang melakukan kecurangan demi membantu siswanya agar bisa lolos UNAS. Para orang tua yang kelewat takut juga ada yang berusaha mencari Kunci Jawaban UNAS dari orang yang nggak jelas, yang bisa aja mereka penipu.

Sejak dulu UNAS memang menimbulkan kontroversi. Tentangan terbesar didasarkan karena hasil UNAS dijadikan standar lulus nggaknya peserta dari sekolah tempatnya menuntut ilmu. Apalagi yang dijadikan standar adalah secara nasional, bukannya secara daerah. Bukankah kemampuan anak di setiap daerah berbeda? Bahkan perbedaan itu juga bisa dilihat dari tiap sekolah. Apakah dengan standar nasional ini semua siswa bahkan di pelosok dapat menyelesaikannya dan lulus dengan nilai yang memadai? Jawaban simpelnya, kemungkinan besar TIDAK!

Mungkin yang diperlukan sekarang bukan hanya ujian kognitif seperti itu, tapi juga bisa dengan memberikan ujian-ujian untuk bidang yang lain. Atau yang mungkin akan menarik adalah meniadakan kedudukan UNAS sebagai penentu kelulusan, tetapi hanya sebagai alat tes perbandingan prestasi tiap siswa antar individu.

Semoga dunia pendidikan kita bisa terus maju!



Print This Post Print This Post
  1. April 25th, 2009 at 07:58
    Reply | Quote | #1

    akupun tak mengerti dengan sistem unas sekarang ini..keknya terlalu banyak aturannya

    Iya sih. Jdi kasihan ma adik2 qt yg telah/akan mengikuti ujian menakutkan itu

  2. April 26th, 2009 at 09:30
    Reply | Quote | #2

    Aq setju seh UAN,tau sendri kn pendidkn qt dbwh vietnam, mrka sekrg dh nilai minx hampir 7 atw 8, qt? tp yg jels dstu sisi mang kashn jga cz g smua peljarn dh dtrima. y djawa yang luar jawa! sbnrnya ketktn berlbhn g plu. agp z ulangan ky bysa.

    Aku malah lebih setuju kalo unas it brfungsi seperti TPA, jd mempengaruhi bbrapa persen untuk masuk jenjang berikutnya

  3. April 26th, 2009 at 14:39
    Reply | Quote | #3

    Yang menakutkan itu kadang lebih bagus kualitasnya daripada yang biasa-biasa saja.

    Iya juga c! kesannya lebih menantang kan?

  4. lily
    May 6th, 2009 at 20:27
    Reply | Quote | #4

    mending g usah UNAS2an wis,,tambah buat mental n pikiran jadi kacau,,,
    mestinya UNAS itu di but tes masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi aj,,
    kan kasihan para pelajar kalo kebanyakan tes,,,,,

  5. May 6th, 2009 at 21:33
    Reply | Quote | #5

    #lily : tunggu aja keputusan dr mentri tentang ada atau nggakx UNAS di masa yg akan datang