Terbiasa Murah
Fenomena produk teknologi semakin murah bukanlah hal yang baru. Akhir-akhir ini hal tersebut sangat lumrah terjadi, nggak terkecuali dunia operator seluler. Hal ini terutama dipengaruhi oleh banyaknya jumlah operator seluler yang bermunculan, sehingga mau nggak mau persaingan haruslah dihadapi. Semua operator seluler di indonesia berlomba-lomba terjun bebas menurunkan harga jasa yang mereka tawarkan, entah di bagian panggilan (telepon), pesan singkat (SMS), Internet (data) dan sebagainya. Bahkan penurunan harga itu tergolong gila-gilaan.
Jika pada jaman dulu, ketika masih jaman-jaman nggak enak (emang sekarang sudah jaman enak?), harga jasa SMS sekitar 350/SMS, telepon 1500/menit untuk sesama, telepon 4500/menit untuk lain operator, internet masih dihargai 10/kb. Bukannya itu mahal? Bandingkan aja dengan kondisi yang sekarang. Pasti beda jauh.
Penurunan harga jasa ini menjadi peluang bagi pengguna akhir untuk bebas memilih operator mana yang menurutnya paling murah dan sesuai kebutuhannya. Ada yang memilih operator A karena teleponnya murah, milih operator B karena SMsya murah dan sering dapet bonus, milih operator C dengan alasan internetnya murah (atau bahkan tanpa batas/unlimited). Gimana nggak tergiur?
Sayangnya, nggak semua operator memasang tarif super murah itu sebagai tarif tetap. Ada beberapa operator yang hanya menjadikan program tarif murahnya untuk tujuan promosi produk agar laku di pasaran dan dgunakan oleh banyak orang. Ini dia yang bahaya. Kalau tarif udah kembali ke semula/mahal (padahal orang dulu bilang tarif segitu sih biasa-bisa aja), pasti akan banyak kosumen yang mengeluh, bahkan hengkang dari layanan operator seluler itu, karena setelah konsumen merasa telah mendapat banyak keuntungan dan layanan murah, mereka akan menilai tarif lama sebagai tarif yang mahal.
Ternyata susah juga ya jadi operator seluler? Mahal salah, murah juga salah..
Print This Post

Memang nurutin keinginan konsumen bingung juga…
tapi yg penting apapun itu, selama menguntungkan keduanya (produsen dan konsumen) sich asyik2 aja
Di jaman persaingan gini, sepertinya operator susah nyari keuntungan
murah ga selalu bagus
iklan iklan di tipi itu hanya sekedar promosi semata
tapi hasilnya masih jauh dari kata memuaskan
makasi dah mampir di blog aku
Yup, masih banyak yang mengecewakan pelayanan mereka
Menagamankan yang pertama hehehe….
masak mintanya harga promosi terus…
bangkrut bandar …
Maaf, anda salah.. posisi pertama udah ada yang nangkring.
haha.. bangkrut bandar..
oy, sekalian minta maaf buat semuanya, yang komentarnya masuk k spam, sehingga aku nggak tahu. mungkin temen2 perlu lapor ke akismet deh