Terbiasa Murah

December 2nd, 2009 | Categories: Ekonomi | Tags: , ,

Fenomena produk teknologi semakin murah bukanlah hal yang baru. Akhir-akhir ini hal tersebut sangat lumrah terjadi, nggak terkecuali dunia operator seluler. Hal ini terutama dipengaruhi oleh banyaknya jumlah operator seluler yang bermunculan, sehingga mau nggak mau persaingan haruslah dihadapi. Semua operator seluler di indonesia berlomba-lomba terjun bebas menurunkan harga jasa yang mereka tawarkan, entah di bagian panggilan (telepon), pesan singkat (SMS), Internet (data) dan sebagainya. Bahkan penurunan harga itu tergolong gila-gilaan.

Jika pada jaman dulu, ketika masih jaman-jaman nggak enak (emang sekarang sudah jaman enak?), harga jasa SMS sekitar 350/SMS, telepon 1500/menit untuk sesama, telepon 4500/menit untuk lain operator, internet masih dihargai 10/kb. Bukannya itu mahal? Bandingkan aja dengan kondisi yang sekarang. Pasti beda jauh.

Penurunan harga jasa ini menjadi peluang bagi pengguna akhir untuk bebas memilih operator mana yang menurutnya paling murah dan sesuai kebutuhannya. Ada yang memilih operator A karena teleponnya murah, milih operator B karena SMsya murah dan sering dapet bonus, milih operator C dengan alasan internetnya murah (atau bahkan tanpa batas/unlimited). Gimana nggak tergiur?

Sayangnya, nggak semua operator memasang tarif super murah itu sebagai tarif tetap. Ada beberapa operator yang hanya menjadikan program tarif murahnya untuk tujuan promosi produk agar laku di pasaran dan dgunakan oleh banyak orang. Ini dia yang bahaya. Kalau tarif udah kembali ke semula/mahal (padahal orang dulu bilang tarif segitu sih biasa-bisa aja), pasti akan banyak kosumen yang mengeluh, bahkan hengkang dari layanan operator seluler itu, karena setelah konsumen merasa telah mendapat banyak keuntungan dan layanan murah, mereka akan menilai tarif lama sebagai tarif yang mahal.

Ternyata susah juga ya jadi operator seluler? Mahal salah, murah juga salah..
 



Print This Post Print This Post
  1. December 3rd, 2009 at 08:20
    Reply | Quote | #1

    Memang nurutin keinginan konsumen bingung juga… :)

    tapi yg penting apapun itu, selama menguntungkan keduanya (produsen dan konsumen) sich asyik2 aja :)

    • a-rief
      December 7th, 2009 at 04:59
      Quote | #2

      Di jaman persaingan gini, sepertinya operator susah nyari keuntungan

  2. December 4th, 2009 at 14:39
    Reply | Quote | #3

    murah ga selalu bagus
    iklan iklan di tipi itu hanya sekedar promosi semata
    tapi hasilnya masih jauh dari kata memuaskan

    makasi dah mampir di blog aku

    • a-rief
      December 7th, 2009 at 05:01
      Quote | #4

      Yup, masih banyak yang mengecewakan pelayanan mereka

  3. December 5th, 2009 at 04:48
    Reply | Quote | #5

    Menagamankan yang pertama hehehe….
    masak mintanya harga promosi terus…
    bangkrut bandar …

    • a-rief
      December 7th, 2009 at 05:03
      Quote | #6

      Maaf, anda salah.. posisi pertama udah ada yang nangkring.
      haha.. bangkrut bandar..
      oy, sekalian minta maaf buat semuanya, yang komentarnya masuk k spam, sehingga aku nggak tahu. mungkin temen2 perlu lapor ke akismet deh