Pelan-Pelan, Cuk!
Ketika aku melintasi sebuah jalan kecil (yang pasti bukan jalan buat semut lho!), secara nggak sengaja (sengaja nggak sengaja nggak penting ah!), aku baca tulisan yang ada di badan jalan(soalnya jalan nggak punya kepala, tangan dan kaki
). Tulisan itu berbunyi (emang tulisan bisa bersuara ya?) ‘Pelan-pelan, Cuk!’. Kata ‘pelan-pelan’ sih bisa dipahami ya (kalau nggak bisa, sekolah SD aja lagi dong! Masa orang Indonesia nggak ngerti bahasanya sendiri!). Kalau kamu orang jawa timur (khususnya), kamu akan ngerti arti kata-kata tersebut, terutama kata ‘cuk’.
Kata ‘cuk’ memiliki makna yang sangat ekstrim. Itu adalah sebuah kata umpatan. Kira-kira bisa diartikan dengan kata ‘bangsat’ dalam bahasa Indonesia. Kebayang gimana kasarnya kata-kata itu kan?
Kembali ke peringatan untuk pelan-pelan di jalan itu. Entah siapa yang membuat peringatan itu, karena sepertinya nggak ada etika sama sekali. Peringatan seharusnya dibuat sopan, seperti misalnya ‘harap pelan-pelan. Banyak anak kecil’. Bagus kata-kata seperti ini kan? Kalau peringatan dibuat sesopan itu, pengendara pastinya akan menyadari untuk melajukan kendaraannya secara pelan2 sehingga nggak membahayakan orang yang melintas. Kalau sebaliknya? Tau sendiri lah..
Bagaimana menurutmu?
Print This Post

wow! bagus juga artikelnya!^_^
http://idaiduku.dagdigdug.com/