Nostalgia dengan Si Jadul
Beberapa hari yang lalu, sekolah tempat aku kerja diberi formulir DK yang gunanya untuk mengumpulkan informasi tentang keluarga setiap guru yang ada di sekolah. Tujuan dari pengumpulan informasi itu adalah untuk keperluan pencairan tunjangan keluarga. Dalam salah satu penjelasan yang tertera di antara formulir-formulir itu adalah harusnya pengetikan dilakukan dengan menggunakan mesin ketik manual. Kamu masih inget mesin ketik manual kan? Atau malah pernah atau masih sering pakai alat itu untuk keperluan sehari-hari?
Mesin ketik, seperti yang kita tahu adalah sebuah alat untuk membuat tulisan kita menjadi rapi, seperti halnya komputer pada jaman sekarang. Mesin ketik sudah ditemukan sejak lama, dan pada jamannya, mesin ketik sangat membantu kelancaran pekerjaan orang-orang dulu, utamanya dalam pekerjaan. Namun sayangnya, penggunaan mesin ketik lama kelamaan tergerus oleh pemanfaatan komputer. Hal itu karena beberapa kelemahan mesin ketik, seperti, sulit dihapus jika ada kesalahan, sulit merapikan kiri dan kanan paragraf, sulit mengedit di kemudian hari jika ada kesalahan, sulit menggandakan dan masih banyak kelemahan yang lainnya.
Semua kelemahan itu nyatanya udah diatasi oleh alat yang lebih canggih yang kita sebut sebagai Komputer seperti yang kita kenal ini. Komputer dirancang untuk mempermudah pengetikan dibandingkan mesin ketik konvensional. Dengan berbagai kemudahan penggunaannya, kita semakin dipermudah dalam urusan pekerjaan dan tulis menulis.
Namun sayangnya, masih ada instansi atau kantor yang mensyaratkan penggunaan mesin ketik dalam pembuatan surat atau sejenisnya. Memang nggak jelas alasannya kenapa, tapi yang pasti keputusan tersebut cukup mempersulit pengguna yang sudah terbiasa dengan komputer. Beberapa kendalanya adalah terasa kerasnya tuts-tuts mesin ketik dibandingkan keyboard komputer, sulitnya mengedit dan menggandakan.
Inilah yang aku rasakan ketika menggunakan mesin ketik untuk mengerjakan tugasku kemarin. Formulir yang harus dibuat adalah sembilan (sesuai dengan jumlah PNS yang ada di sana), masing-masing rangkap 5, beserta rekapnya yang rangkap 3. Ternyata, tugas pengetikan itu baru selesai dalam tempo dua hari. Alasannya, selain jam kerja di sekolah itu cuma sebentar, aku juga harus mengajar di jam-jam tertentu
So, masih jaman pakai mesin ketik?
Print This Post

Walah!!!!
Hari gene???? Mesin tik???
Cape deh!!!…hehehe
Kebayang kalo harus bikin presentasi atau skripsi…
nge-draft-nya aja udah ngabisin 1 rim kaliii….:)
emang udah nggak jamannya lagi. tapi nyatanya masih banyak juga yang butuh untuk keperluan resmi kayak ngisi formulir
bagaimana seputar pembobolan atm di Indonesia bung zaenal??
aku udah nggak ngurus masalah gituan. capek deh
di kantor desa masih ada…
#adi.m : tapi kan terbatas yang masih menggunakan mesin ketik gt