Human Traficking – Potret Ketidakberdayaan Perempuan

April 22nd, 2009 | Categories: Sosial | Tags: ,

Sejak hari Senin ini, 21 April 2009, sebuah surat kabar nasional membahas mengenai Human Traficking (Penjualan Manusia) di rubrik Cover Story-nya. Daerah yang khusus dibahas dalam tulisan ini adalah Sulawesi Utara. Pemilihan daerah Sulawesi Utara ini karena alasan yang sudah bukan rahasia lagi, yakni karena perempuan dari daerah itu, utamanya yang berasal dari suku Minahasa, terkenal berkulit putih dan cantik.

Perdagangan manusia ini merupakan upaya para makelar untuk mengirim perempuan-perempuan muda (kebanyakan masih usia remaja sekitar 14-18 tahun) ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Pada awalnya mereka dibujuk untuk ikut dengan tawaran menggiurkan seperti akan dipekerjakan di kafe-kafe, atau akan disekolahkan di kota tujuan nanti. Pada kenyataannya, mereka nantinya akan dipekerjakan di pub-pub untuk melayani tamu yang datang untuk minum minuman keras dan karaoke.

Kota yang diketahui menjadi tujuan perdagangan perempuan Sulawesi Utara ini antara lain yang terbanyak berada di Irian Jaya dan Jakarta, sedangkan yang lain masih belum teridentifikasi. Pelaku perdagangan manusia ini sangat beragam, ada yang memang jaringan khusus yang biasa melakukan hal tersebut, ada yang sudah “keenakan” jadi korban dan mencari korban baru, bahkan ada pacar dan keluarga sendiri (seperti tante atau yang lainnya) yang melakukan hal tersebut pada korban. Sungguh tidak berperikemanusiaan!

Ironisnya, kejadian ini hanya sedikit yang bisa diungkap oleh pihak yang berwajib. Umumnya para pelaku menggunakan cara yang rapi dan terselubung misalnya dengan tidak memberangkatkan  banyak orang secara langsung, melainkan dengan satu-persatu, atau maksimal dua sampai tiga orang sekali berangkat. Selain itu, bisa juga dengan mendandani korban sehingga petugas menganggap mereka sebagai orang yang mau berwisata ke luar kota. Dengan cara itu, petugas di bandara atau di pelabuhan akan terkecoh.

Berita ini merupakan suatu gambaran ketidakberdayaan kaum perempuan dalam menjalani hidup yang keras. Perdagangan manusia ini juga terjadi karena keadaan ekonomi dan lingkungan yang mendukung. Tingkat ekonomi yang rendah dan lingkungan yang banyak menawarkan barang-barang mewah merupakan penyebab yang tidak akan bisa disangkal lagi mengapa mereka (korban) bisa lebih mudah dibohongi dengan janji-janji akan dipekerjakan dengan gaji tinggi.

Semoga ini jadi pembelajaran bagi para remaja dan orang tua untuk berhati-hati dengan bujukan orang, bahkan dengan keluarga dekat sekalipun. Semuanya sudah terbukti dan kita hanya bisa melakukan pencegahan saja.



Print This Post Print This Post
  1. a-rief
    April 23rd, 2009 at 18:53
    Reply | Quote | #1

    Ada tambahan, katanya sih di manado sana nggak ada lokalisasi khusus seperti yang ada di kota lain yang ada di indonesia

  2. lie_ly
    June 11th, 2009 at 19:40
    Reply | Quote | #2

    inilah susahnya kalo g ada lapangan pekerjaan yang mencukupi,,,
    seharusnya para orang-orng pintar dan bermodal harusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru agar tak banyak lagi namanya tindakan kriminal seperti ini,,
    kita juga g bisa menyalahkan pemerintah terus,,
    ingat,,pemerintah dah banyak pikiran,,,
    banyak utang,,
    banyak makan-makan aneh-aneh,,,
    banyak rapat-rapat,,
    and banyak tidur-tidur,,,

  3. June 12th, 2009 at 08:41
    Reply | Quote | #3

    #lie_ly : kalaupun ada lapangan kerja, belum tentu mereka brminat, cz yg salah itu mentalnya, bkan kesempatan kerjanya