<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Coretan Arief &#187; Sosial</title>
	<atom:link href="http://a-rief.web.id/category/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://a-rief.web.id</link>
	<description>Berbagi Pengalaman Hidup Sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 03:04:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mantri Desa yang Malang</title>
		<link>http://a-rief.web.id/mantri-desa-yang-malang/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/mantri-desa-yang-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 22:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mantri]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu belakangan ini ada berita yang cukup menjadi perhatian publik, yakni adanya seorang mantri kesehatan desa di pedalaman pulau Kalimantan (kalau nggak salah namanya adalah Pak Misran, mohon koreksinya jika salah) yang diadili dan divonis 3 bulan penjara + denda dua juta rupiah. Mantri ini dihukum karena telah membuka praktek tanpa ijin, lebih tepatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu belakangan ini ada berita yang cukup menjadi perhatian publik, yakni adanya seorang mantri kesehatan desa di pedalaman pulau Kalimantan (kalau nggak salah namanya adalah Pak Misran, mohon koreksinya jika salah) yang diadili dan divonis 3 bulan penjara + denda dua juta rupiah. Mantri ini dihukum karena telah membuka praktek tanpa ijin, lebih tepatnya beliau nggak memenuhi syarat untuk membuka praktek pengobatan, karena pada dasarnya dia nggak pernah mengenyam pendidikan dokter sebelumnya.<span id="more-622"></span></p>
<p>Pada dasarnya, hukum memang melarang kita bekerja kalau nggak sesuai dengan kompetensi kita. Praktek kesehatan haruslah seorang dokter, pengajar adalah seorang guru, dan sebagainya. Namun yang terjadi dalam kasus ini adalah, mantri kesehatan ini membuka praktek karena kebutuhan tenaga kesehatan di daerah tempat dia tinggal ini sangat kurang, bahkan sama sekali nggak ada dokter yang bertugas di sana. Kalau sudah begini, apa tega mantri kesehatan ini nggak menolong pas ada orang yang sedang membutuhkan tindakan medis? Apa harus memanggil dokter dari kota terdekat untuk menolongnya?</p>
<p>Kita pasti nggak akan ambil resiko dengan membiarkan seorang pasien mati sia-sia karena nggak ada tenaga medis yang menolongnya, hanya untuk menunggu seorang dokter yang mungkin malah nggak bisa menempuh jarak ke lokasi yang dimaksud.</p>
<p>Semoga ini bisa jadi agenda untuk Departemen Kesehatan agar menyediakan tenaga medis di setiap pelosok Indonesia, agar nggak ada lagi mantri-mantri kesehatan lain yang harus menghadapi hukum dan divonis penjara seperti kejadian ini.</p>
<p>	 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/mantri-desa-yang-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Cuma Ikut-ikut</title>
		<link>http://a-rief.web.id/jangan-cuma-ikut-ikut/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/jangan-cuma-ikut-ikut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 21:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[grup]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini kita sering melihat fenomena Facebook yang digunakan untuk memberikan suatu dukungan terhadap suatu kejadian atau kasus-kasus yang sedang hangat dibicarakan. Misalnya saja waktu terjadi kasus Ibu Prita yang berurusan dengan RS Omni Internasional tentang atau yang terbaru adalah kasus perseteruan KPK-Polri. Dalam kasus yang terakhir, ada yang mendukung KPK dan ada yang mendukung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini kita sering melihat fenomena Facebook yang digunakan untuk memberikan suatu dukungan terhadap suatu kejadian atau kasus-kasus yang sedang hangat dibicarakan. Misalnya saja waktu terjadi kasus Ibu Prita yang berurusan dengan RS Omni Internasional tentang atau yang terbaru adalah kasus perseteruan KPK-Polri. Dalam kasus yang terakhir, ada yang mendukung KPK dan ada yang mendukung Polri. Semuanya kembali pada keyakinan masing-masing Facebook-er tentang siapa yang benar diantara dua lembaga tersebut.</p>
<p><span id="more-538"></span></p>
<p>Tindakan ini bisa dibilang cukup menarik, karena bisa dijadikan bukti dukungan yang cukup kuat dari masyarakat umum, selain adanya dukungan fisik seperti halnya demonstrasi di gedung DPR atau Istana negara dan lain-lain. Seperti yang terjadi saat ini, dukungan Facebook-er untuk KPK (khususnya Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah atas kasus penyalahgunaan wewenang) udah mencapai angka 1, 1 juta, dan ada kemungkinan ini akan semakin meningkat.</p>
<p>Hanya saja, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni &#8220;apakah itu hanya dukungan semu?&#8221;, maksudnya, aku nggak yakin bahwa semua orang yang mendukung lewat grup dukungan seperti itu benar-benar mendukung, karena bisa jadi ada orang yang suka asal menerima undangan grup, ada juga yang ikut-ikut temannya yang juga mendukung. Kalau diibaratkan, sama aja seperti demonstrasi yang ada di jalan-jalan atau di depan gedung-gedung pemerintah. Ada yang sekedar iseng ikut, atau malah ikut dengan tujuan tertentu yang biasanya kurang baik.</p>
<p>Semoga aja, dukungan para Facebook-er terhadap pihak tertentu bisa bermanfaat untuk yang didukungnya, dan tidak menimbulkan masalah baru.<br />
	 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/jangan-cuma-ikut-ikut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemana Rasa Malu-mu?</title>
		<link>http://a-rief.web.id/kemana-rasa-malu-mu/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/kemana-rasa-malu-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[rasa malu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/kemana-rasa-malu-mu/</guid>
		<description><![CDATA[Sore kemarin aku membaca pesan facebook dari sebuah grup yang aku ikuti. Cukup menggugah juga. Intinya, tulisan itu membahas mengenai kelebihan dan kekurangan keberadaan media online dalam kehidupan sehari-hari saat ini, jika dibandingkan dengan masa-masa yang lalu. Lalu apa yang menarik dari tulisan itu? Kamu punya akun Facebook, Friendster, Twitter, atau yang lainnya? Pastilah orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore kemarin aku membaca pesan facebook dari sebuah grup yang aku ikuti. Cukup menggugah juga. Intinya, tulisan itu membahas mengenai kelebihan dan kekurangan keberadaan media online dalam kehidupan sehari-hari saat ini, jika dibandingkan dengan masa-masa yang lalu. Lalu apa yang menarik dari tulisan itu?</p>
<p><span id="more-537"></span></p>
<p>Kamu punya akun Facebook, Friendster, Twitter, atau yang lainnya? Pastilah orang jaman sekarang punya, minimal salah satu dari situs-situs serupa. Tanpa melihat jenis kelamin, usia, suku bangsa dan semua pembeda lain, semuanya bisa membaur dengan mudahnya dalam situs-situs tersebut. Nggak ada lagi pembatas yang menghalangi kita untuk saling berbagi dengan orang-orang baru.</p>
<p>Jika tujuan menggunakan media-media itu adalah untuk hal yang positif, kenapa nggak? Bukankan itu menjadi sesuatu yang menyenangkan, termasuk bagi orang-orang yang punya kepribadian tertutup (introvert) sekalipun. Tapi bagaimana kalau yang kita dapat nggak sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai? Niat pengen bermanfaat, tapi nyatanya malah merugikan.</p>
<p>Beberapa poin yang dititikberatkan dalam tulisan pesan facebook yang aku terima itu antara lain :</p>
<ol>
<li>Status &#8211; banyak yang membuat status yang berusaha menarik orang lain untuk melirik dan menanggapi statusya, bahkan dengan menghalalkan segala cara misalnya dengan status yang cukup vulgar atau menunjukkan kelemahan diri.</li>
<li>Foto dan Video &#8211; jangan kaget kalau di dunia jejaring sosial banyak ter-upload foto &#8220;yang tak layak tayang&#8221;, seperti foto vulgar dengan sang mantan yang jika dilihat oleh pasangan sang mantan yang baru, bisa &#8220;membahayakan&#8221;. Tau sendiri kan? Selain itu, ada juga yang nggak pede dengan dirinya sendiri dengan memasang foto artis atau kartun.</li>
<li>Kebebasan yang nggak bertanggung jawab. Karena bisa jadi pengguna melakukan teror atau semacamya pada pengguna lain, sehingga nggak jarang terjadi kasus bunuh diri dari korban, atau ada juga yang berujung pada penipuan seperti perdagangan orang. Dan kejadian ini sudah banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari</li>
</ol>
<p>Kalau sudah begitu, bukan nggak mungkin kita akan lebih banyak merasakan rugi dengan keberadaan diri kita pada situs jejaring sosial itu. Bagaimana dengan dirimu?<br />
	 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/kemana-rasa-malu-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Seorang Mantan</title>
		<link>http://a-rief.web.id/tentang-seorang-mantan/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/tentang-seorang-mantan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 21:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[lupakan]]></category>
		<category><![CDATA[lyla]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[nidji]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/tentang-seorang-mantan/</guid>
		<description><![CDATA[Mantan, entah mantan sahabat, pacar, tunangan ataupun suami atau istri, merupakan masa lalu yang semestinya hanya menjadi rahasia pribadi. Kalau perlu malah nggak perlu diingat-ingat lagi, terutama kalau mantan kita itu pernah memberikan kebahagiaan yang sangat indah atau malah pernah melukai hati kita dengan sangat perih. Tapi itulah hidup. Walaupun kita udah bela-belain untuk melupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mantan, entah mantan sahabat, pacar, tunangan ataupun suami atau istri, merupakan masa lalu yang semestinya hanya menjadi rahasia pribadi. Kalau perlu malah nggak perlu diingat-ingat lagi, terutama kalau mantan kita itu pernah memberikan kebahagiaan yang sangat indah atau malah pernah melukai hati kita dengan sangat perih.</p>
<p><span id="more-535"></span></p>
<p>Tapi itulah hidup. Walaupun kita udah bela-belain untuk melupakan mantan, tapi tetep aja masih ada kenangan yang mengganggu ketentraman kita saat ini. Bayangin aja, waktu pengen melupakan mantan, dia lewat di depan kita (biasae jadi grogi gitu), atau masih ada barang-barang pemberian sang mantan, atau juga ada foto-foto waktu masih sama mantan, atau bisa juga ada lagu-lagu yang bertema &#8220;mantan&#8221; yang lagi tren-trennya sat ini. Jadi gimana mau melupakan?</p>
<p>Sebagian orang, melampiaskan perasaan pada mantan ini dengan menghubungi atau bertemu langsung dengan sang mantan, tapi bagi sebagian yang lain (yang malu-malu), curhat pada orang lain atau nulis sesuatu di situs jejaring sosial (semacam facebook) atau lewat blog. Di dalam media seperti itu, beragam postingan udah aku baca. Ada yang &#8220;nggak bisa melupakanmu&#8221;, &#8221; kenapa kamu ninggalin aku&#8221;, sampai potongan dari lirik lagu bertema mantan seperti Lyla &#8220;Mantan Kekasihku&#8221;, &#8220;Bernafas Tanpamu&#8221;, atau ada juga yang posting lagu Nidji &#8220;Sang Mantan&#8221;. Walah-walah..</p>
<p>Sebenernya, karena itu adalah masa lalu, pastilah masa-masa bareng mantan nggak bisa dilupakan, kecuali kita emang udah pikun, gampang lupa. Kalau emang itu, ya lebih baik kita lupain hal-hal yang berhubungan dengan dia sebagai mantan. Kita bisa berteman dengan dia seperti selayaknya orang yang baru kenal. Selebihnya, <strong>Kembalikan pada Sang Waktu untuk melewati kenangan-kenangan itu dan hidup ini harus terus berjalan dengan atau tanpa kehadiran mantan..</strong><br />
	ÃÂ <br />
	Â <br />
	 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/tentang-seorang-mantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suka Duka Mudik</title>
		<link>http://a-rief.web.id/suka-duka-mudik/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/suka-duka-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 11:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Mudik, adalah kegiatan rutin bagi orang yang ingin pulang ke kampung halamannya. Biasanya mudik dilakukan ketika hari libur datang. Mudik paling ramai terjadi pada libur hari raya Idul Fitri. Ketika hari raya ini datang, hari liburnya nggak tanggung-tanggung. Bisa satu atau dua minggu, atau bahkan lebih, tergantung instansi atau lembaga tempat orang tersebut bekerja atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mudik, adalah kegiatan rutin bagi orang yang ingin pulang ke kampung halamannya. Biasanya mudik dilakukan ketika hari libur datang. Mudik paling ramai terjadi pada libur hari raya Idul Fitri. Ketika hari raya ini datang, hari liburnya nggak tanggung-tanggung. Bisa satu atau dua minggu, atau bahkan lebih, tergantung instansi atau lembaga tempat orang tersebut bekerja atau sekolah. Nah, liburan yang panjang itulah yang dianggap lebih dari cukup untuk digunakan mudik atau pulang kampung.</p>
<p><span id="more-519"></span></p>
<p>Mudik selalu meninggalkan cerita yang beragam, bisa gembira ataupun sedih. gembira mungkin karena ketika merencanakan mudik, pemudik (orang-orang yang mudik itu) sudah membayangkan senangnya berkumpul dengan keluarga setelah sekian lama terpisah. Bisa juga karena senang bisa memberikan hasil kerja dari perantauan. Dan banyak lagi perasaan gembira yang lain.</p>
<p>Namun, selain rasa gembira itu, ada juga cerita-cerita sedih yang kita dengar dari acara mudik ini. Ada yang nggak kebagian tiket bus atau kereta api atau pesawat atau juga kapal laut. Ada juga cerita orang yang mengalami macet dan antrian panjang. Bahkan nggak jarang ada cerita kecelakaan lalu lintas akibat padatnya lalu lintas.</p>
<p>Jadi, hati-hati aja bagi para pemudik yang masih akan kembali dari bersilaturrahmi dengan sanak saudara di kampung halaman. Semoga semuanya dianugerahi keselamatan..</p>
<p>Aku sendiri nggak mudik kemana-mana karena kebetulan nggak punya saudara dekat yang tinggal di luar kota.</p>
<p>Kalau ada yang punya pengalaman mudik, boleh di-share di kolom komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/suka-duka-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Bersama untuk Kebersamaan</title>
		<link>http://a-rief.web.id/buka-bersama-untuk-kebersamaan/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/buka-bersama-untuk-kebersamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 17:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[buka puasa]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/buka-bersama-untuk-kebersamaan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu aku dan pasanganku mengikuti acara buka puasa bersama (nggak berdua aja sih, tapi sama temen-temennya dia juga. Temen-temennya dia ini yang mengadakan) di Alun-alun Jember. Acara dimulai jam lima sore, di daerah dekat lokasi parkir (depan kantor bupati Jember) dengan hanya beralaskan sebuah tikar besar. Acara ini diikuti hanya oleh delapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu aku dan pasanganku mengikuti acara buka puasa bersama (nggak berdua aja sih, tapi sama temen-temennya dia juga. Temen-temennya dia ini yang mengadakan) di Alun-alun Jember. Acara dimulai jam lima sore, di daerah dekat lokasi parkir (depan kantor bupati Jember) dengan hanya beralaskan sebuah tikar besar. Acara ini diikuti hanya oleh delapan orang, tiga pria dan lima wanita.</p>
<p><span id="more-509"></span></p>
<p>Sebenernya nggak ada yang istimewa dari acara ini, bila dibandingkan dengan acara buka puasa beberapa tahun yang lalu antara aku dan temen-temen sekelasku semasa kuliah. Intinya kemarin itu cuma buka puasa biasa sambil diselingi dengan basa-basi ringan aja. Kebetulan ada adik kelasku yang kuliahnya sama denganku (sekarang aku udah lulus). Jadi kami bisa bertukar pikiran.</p>
<p>Yang ingin aku ceritakan di sini adalah maksud dari buka puasa itu sendiri. Bagi sebagian orang, jalan-jalan sambil nunggu buka puasa adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika acara itu dilakukan sama temen-temen lama atau sahabat-sahabat dekat kita yang udah jarang ketemu. Pasti asyik banget kan? Banyak banget yang bisa dibicarakan. Entah cerita tentang apa yang udah dilakukan selama nggak ketemu atau apa yang jadi rencana ke depan, atau bisa juga pertanyaan mengenai hal-hal sederhana seperti misalnya kabar keluarga, atau temen lain yang nggak bisa ikut.</p>
<p>Coba bandingin hal itu dengan diem di rumah sambil melamun untuk menunggu waktu buka puasa tiba? Kamu pilih mana? Pasti kamu pilih keluar sama-sama dengan orang lain kan? Tapi tentunya bukan sekedar &#8220;keluar&#8221; aja lho ya. Harus ada &#8220;Sesuatu&#8221; yang beda (Vagetos banget dahh). Yang beda itu bisa lokasinya, bisa acaranya, dan banyak faktor lain. Lalu apa acara dan tempat yang paling unik dan bisa menyenangkan? Tergantung dengan kreativitas masing-masing tentunya.</p>
<p>Sudah baca koran Jawa Pos? Pada rubrik &#8220;Deteksi&#8221;, ada semacam sayembara untuk menceritakan ide-ide menarik untuk acara buka puasa bersama temen-temen. Lucu-lucu lho isinya. Ada yang punya ide untuk sepeda santai bareng temen-temen, ada juga yang  bergiliran ke rumah temen-temen selama bulan puasa, dan banyak lagi ide menarik lainnya.</p>
<p>Kamu punya ide menarik untuk acara buka puasa bersama temen-temenmu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/buka-bersama-untuk-kebersamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelan-Pelan, Cuk!</title>
		<link>http://a-rief.web.id/pelan-pelan-cuk/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/pelan-pelan-cuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 10:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cuk]]></category>
		<category><![CDATA[himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pelan]]></category>
		<category><![CDATA[rambu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/pelan-pelan-cuk/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku melintasi sebuah jalan kecil (yang pasti bukan jalan buat semut lho!), secara nggak sengaja (sengaja nggak sengaja nggak penting ah!), aku baca tulisan yang ada di badan jalan(soalnya jalan nggak punya kepala, tangan dan kaki ). Tulisan itu berbunyi (emang tulisan bisa bersuara ya?) &#8216;Pelan-pelan, Cuk!&#8217;. Kata &#8216;pelan-pelan&#8217; sih bisa dipahami ya (kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika aku melintasi sebuah jalan kecil (yang pasti bukan jalan buat semut lho!), secara nggak sengaja (sengaja nggak sengaja nggak penting ah!), aku baca tulisan yang ada di badan jalan(soalnya jalan nggak punya kepala, tangan dan kaki <img src='http://a-rief.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ). Tulisan itu berbunyi (emang tulisan bisa bersuara ya?) &#8216;Pelan-pelan, Cuk!&#8217;. Kata &#8216;pelan-pelan&#8217; sih bisa dipahami ya (kalau nggak bisa, sekolah SD aja lagi dong! Masa orang Indonesia nggak ngerti bahasanya sendiri!). Kalau kamu orang jawa timur (khususnya), kamu akan ngerti arti kata-kata tersebut, terutama kata &#8216;cuk&#8217;.</p>
<p><span id="more-492"></span></p>
<p>Kata &#8216;cuk&#8217; memiliki makna yang sangat ekstrim. Itu adalah sebuah kata umpatan. Kira-kira bisa diartikan dengan kata &#8216;bangsat&#8217; dalam bahasa Indonesia. Kebayang gimana kasarnya kata-kata itu kan?</p>
<p>Kembali ke peringatan untuk pelan-pelan di jalan itu. Entah siapa yang membuat peringatan itu, karena sepertinya nggak ada etika sama sekali. Peringatan seharusnya dibuat sopan, seperti misalnya &#8216;harap pelan-pelan. Banyak anak kecil&#8217;. Bagus kata-kata seperti ini kan? Kalau peringatan dibuat sesopan itu, pengendara pastinya akan menyadari untuk melajukan kendaraannya secara pelan2 sehingga nggak membahayakan orang yang melintas. Kalau sebaliknya? Tau sendiri lah..</p>
<p>Bagaimana menurutmu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/pelan-pelan-cuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih : Mencintai, Dicintai</title>
		<link>http://a-rief.web.id/pilih-mencintai-dicintai/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/pilih-mencintai-dicintai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 05:26:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah pilihan, termasuk dalam kaitannya dengan kehidupan asmara seseorang. Kali ini aku akan membahas mengenai mencintai atau dicintai orang lain. Setiap orang pasti pernah mengalami dua hal itu (mencintai dan dicintai orang lain). Dua hal itu bisa terjadi bersama, bisa juga berlangsung pada waktu yang berbeda. Kenapa dua hal tersebut bisa muncul dan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup adalah pilihan, termasuk dalam kaitannya dengan kehidupan asmara seseorang. Kali ini aku akan membahas mengenai mencintai atau dicintai orang lain. Setiap orang pasti pernah  mengalami dua hal itu (mencintai dan dicintai orang lain). Dua hal itu bisa terjadi bersama, bisa juga berlangsung pada waktu yang berbeda. Kenapa dua hal tersebut bisa muncul dan apa yang biasanya dipilih oleh orang dalam hidupnya? Mencintai atau dicintai?</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p>Mencintai identik dengan kehidupan cinta pria, mengingat biasanya dalam kultur kehidupan masyarakat timur kayak kita-kita ini, pria seringkali ditunjuk dan digeneralisir sebagai pihak yang harus aktif, harus bisa membahagiakan wanita, dan harus bisa menentukan siapa yang akan dipilihnya, dicintainya. Itu kenapa mereka dituntut untuk menemukan yang &#8220;pas&#8221; di hati.</p>
<p>Wanita, sebaliknya telah &#8220;ditakdirkan&#8221; untuk menjadi pihak yang pasif, dalam artian menunggu cinta orang yang mencintainya. Itu kenapa banyak wanita yang terlanjur &#8220;termakan&#8221; asumsi publik kalau mereka dipilih, dan nggak pantes banget untuk milih (dalam artian nggak pantes mengutarakan perasaan cinta pada seorang pria).</p>
<p>Nyatanya, sekarang semuanya udah berubah seiring dengan berubahnya jaman, meski mungkin kita masih bisa nemuin &#8220;takdir lama&#8221; di daerah yang bisa dibilang tertinggal. Sekarang nggak ada lagi &#8220;statemen&#8221; pria harus aktif dan wanita harus pasif mengikat pergaulan antar lawan jenis. Semuanya bebas. Pria boleh dipilih dan wanita boleh juga memilih siapa yang akan dicintainya.</p>
<p>Aku sendiri pernah dipilih sekali diantara riwayat &#8220;percintaanku&#8221;, dalam artian &#8220;ditembak&#8221; (bukan ditembak pistol atau senjata lain lho ya). Kalau dikagumi wanita, ya nggak tahu deh berapa. Padahal tampangku biasa-biasa aja tuch (PD banget sih aku <img src='http://a-rief.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/pilih-mencintai-dicintai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
