<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Coretan Arief &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://a-rief.web.id/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://a-rief.web.id</link>
	<description>Berbagi Pengalaman Hidup Sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 03:04:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Memperingati Hari Pendidikan Nasional</title>
		<link>http://a-rief.web.id/memperingati-hari-pendidikan-nasional/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/memperingati-hari-pendidikan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 06:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[demonstran]]></category>
		<category><![CDATA[demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/memperingati-hari-pendidikan-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin adalah hari yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sebagai insan pendidikan, memperingatinya adalah hal yang wajib. Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan peringatan hari nasional ini. Untuk tingkat sekolah dasar sampai menengah, ada lomba antar sekolah, upacara bendera, jalan sehat dan ada banyak kegiatan lain yang sejenis. Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi, selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin adalah hari yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sebagai insan pendidikan, memperingatinya adalah hal yang wajib. Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan peringatan hari nasional ini. Untuk tingkat sekolah dasar sampai menengah, ada lomba antar sekolah, upacara bendera, jalan sehat dan ada banyak kegiatan lain yang sejenis. Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi, selain upacara, seperti biasa, ada kegiatan unjuk rasa atau biasa kita sebut dengan demonstrasi.<span id="more-717"></span></p>
<p>Demonstrasi kali ini melibatkan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, terutama yang berlokasi di Yogyakarta. Kenapa Yogya? Karena kota itu dijuluki sebagai kota pelajar dan dulunya, Yogya merupakan basis pendidikan yang fenomenal. yakni sekolah &#8220;Taman Siswa&#8221;, yang didirikan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hadjar Dewantara. Sekolah ini terkenal dengan motonya yang kita gunakan sampai sekarang yaitu &#8220;Tut Wuri Handayani&#8221;.</p>
<p>Dalam demonstrasi ini, para demonstran menolak produk pendidikan kita yang dilahirkan berdasarkan sistem pendidikan yang dibuat oleh amerika, entah itu UAN sebagai penentu kelulusan, UU 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU SisDikNas), UU Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), dan lain sebagainya. Mereka menuntut pendidikan dilaksanakan dengan basis pendidikan yang dikenalkan oleh Taman Siswa, yang memungkinkan seluruh rakyat Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak.</p>
<p>Memang, peringatan Hari Pendidikan Nasional harus kita peringati dengan kemeriahan, tapi juga jangan lupa untuk merenung kembali apakah dunia pendidikan kita sudah baik dan bisa membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.</p>
<p>Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional <img src='http://a-rief.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/memperingati-hari-pendidikan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetensi Blog Untuk Guru</title>
		<link>http://a-rief.web.id/kompetensi-blog-untuk-guru/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/kompetensi-blog-untuk-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 08:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[blog guru]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/kompetensi-blog-untuk-guru/</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi informasi, terutama internet sudah merambah banyak kalangan. Tak hanya para profesional dan ahli IT aja yang boleh mencicipi nikmatnya ber-IT, tapi juga kalangan muda, anak-anak, dan salah satu diantaranya guru. Nggak heran lah kalau misalnya guru bisa menikmati teknologi ini. Mereka jelas nggak mau kalah dengan anak didiknya (terutama di sekolah-sekolah yang berlokasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi informasi, terutama internet sudah merambah banyak kalangan. Tak hanya para profesional dan ahli IT aja yang boleh mencicipi nikmatnya ber-IT, tapi juga kalangan muda, anak-anak, dan salah satu diantaranya guru. Nggak heran lah kalau misalnya guru bisa menikmati teknologi ini. Mereka jelas nggak mau kalah dengan anak didiknya (terutama di sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah kota) yang udah lebih dulu mengenal dan menggunakan internet sebagai hal yang mereka pakai sehari-hari. Inilah salah satu alasan yang melatarbelakangi pemanfaatan internet oleh guru.</p>
<p><span id="more-71"></span></p>
<p>Tak hanya perasaan takut kalah dengan muridnya, guru juga memanfaatkan internet dengan maksud menambah pengetahuan yang mereka miliki, dan juga untuk bergaul dengan dunia maya (seperti lewat situs pertemanan, milis, komunitas dan forum guru). Semua itu adalah upaya para guru dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kompetensi mereka sebagai agen pencerdasan bangsa.</p>
<p>Untuk melancarkan maksud baik guru-guru tersebut, berbagai pelatihan telah (baik yang diadakan oleh dinas maupun oleh pihak sekolah sendiri yang bekerja sama dengan pihak lain secara independen). Pelatihan biasanya meliputi penggunaan internet standar (browsing, email, dan mungkin blog). Nyatanya, blog memiliki kecenderungan untuk disukai oleh kalangan guru untuk aktivitas onlinenya, karena dua alasan, yakni bisa berbagi tentang suatu topik yang ingin dibahas di blognya ataupun untuk menambah pengetahuan yang dimiliki.</p>
<p>Blog yang dimiliki guru nggak selalu berisi tentang pengetahuan mengenai dunia pendidikan dan soal-soal latihan ujian, tapi juga ada beberapa guru yang membahas masalah lain, seperti teknologi, pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-hari, dan bahkan bisnis online. Ini berkaitan dengan kebebasan berekspresi dalam dunia blogging.</p>
<p>Beragam kontes blog khusus untuk guru juga banyak diadakan. Ini bisa jadi merupakan apresiasi untuk guru dalam upaya menguasai teknologi informasi, sehingga diharapkan dengan adanya blog competition seperti ini, semangat guru untuk berinternet, blogging dan berbagi pengetahuan akan semakin besar.</p>
<p>Semoga di masa-masa mendatang akan ada banyak kompetensi semacam ini..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/kompetensi-blog-untuk-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMK Lebih Unggul?</title>
		<link>http://a-rief.web.id/smk-lebih-unggul/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/smk-lebih-unggul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 17:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[smk]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/smk-lebih-unggul/</guid>
		<description><![CDATA[Statement ini udah digembar-gemborkan sejak lama oleh Departemen Pendidikan. Mungkin tujuannya adalah untuk mensosialisasikan SMK yang selama ini terkesan &#8220;terpinggirkan&#8221; keberadaannya dibandingkan SMA. SMA Didaulat lebih mengutamakan teori (untuk dasar melanjutkan ke jenjang kuliah), sedangkan lulusan SMK disiapkan untuk langung mengarah ke dunia kerja. Tidak ada yang salah memang dengan pernyataan Depdiknas itu. Tapi kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Statement ini udah digembar-gemborkan sejak lama oleh Departemen Pendidikan. Mungkin tujuannya adalah untuk mensosialisasikan SMK yang selama ini terkesan &#8220;terpinggirkan&#8221; keberadaannya dibandingkan SMA. SMA Didaulat lebih mengutamakan teori (untuk dasar melanjutkan ke jenjang kuliah), sedangkan lulusan SMK disiapkan untuk langung mengarah ke dunia kerja.</p>
<p><span id="more-52"></span></p>
<p>Tidak ada yang salah memang dengan pernyataan Depdiknas itu. Tapi kemudian aku jadi bingung. Kalau memang SMK diunggulkan dan direkomendasikan untuk dunia kerja, lalu bagaimana dengan lulusan Sarjana atau Diploma yang bidangnya sama dengan yang ada di SMK (terutama dalam bidang Ekonomi dan Teknik)? Apakah lulusan itu akan ditelantarkan? Apakah jasa dan tenaga mereka sudah &#8220;nggak laku dan diakui&#8221; lagi?</p>
<p>Selain itu, jika memang pernyataan Dipdiknas ini bisa mempengaruhi masyarakat maupun industri untuk mengarahkan sasaran ke SMK, bagaimana dengan nasib Perguruan Tinggi &#8211; Fakultas (terutama ekonomi dan teknik)? Apakah mereka akan &#8220;tidak laku&#8221; dan harus ditutup?</p>
<p>Ini hanyalah pendapat orang awam. Jadi, kalau ada yang salah tolong dikoreksi ya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/smk-lebih-unggul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuap-cuap Bahasa Asing, Siapa Takut?!</title>
		<link>http://a-rief.web.id/cuap-cuap-bahasa-asing-siapa-takut/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/cuap-cuap-bahasa-asing-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 12:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa asing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/cuap-cuap-bahasa-asing-siapa-takut/</guid>
		<description><![CDATA[Berapa bahasa asing yang sudah kamu kuasai? Satu, dua, banyak, atau malah semuanya (kalau ini sih nggak mungkin! Emang ada manusia yang bisa bahasa alien. Nggak mungkin kalee..)? Ternyata menguasai bahasa asing adalah salah satu syarat untuk bisa tetep eksis menikmati kehidupan di muka bumi ini (wow, berat sekali kayaknya. Emang kalau kita nggak menguasai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa bahasa asing yang sudah kamu kuasai? Satu, dua, banyak, atau malah semuanya (kalau ini sih nggak mungkin! Emang ada manusia yang bisa bahasa alien. Nggak mungkin kalee..)? Ternyata menguasai bahasa asing adalah salah satu syarat untuk bisa tetep eksis menikmati kehidupan di muka bumi ini (wow, berat sekali kayaknya. Emang kalau kita nggak menguasai satupun bahasa asing kita bakal nggak hidup? Ya nggak lah. Ini sih cuma salah satu komentar yang diberikan pada buku ini). Nggak bisa eksis di sini maksudnya adalah kita akan sulit bersosialisasi dengan orang lain yang berasal dari berbagai negara.</p>
<p><span id="more-43"></span></p>
<p>Coba deh bayangkan, kita ngomong sama orang asing nggak cuma waktu kita bertamu di negara mereka, tapi juga ketika merekalah yang bertamu ke negara kita yang tercinta ini. Kalau misalnya ada turis yang mau ke tempat wisata yang ada di kota kamu, dan kebetulan dia lagi nanya arahnya kemana. Mujurnya di deketnya cuma ada kamu yang bisa ditanyai. Apa yang akan kamu jawab untuk menanggapi pertanyaan mereka? Kalau kamu bisa bahasa mereka, pasti kamu bisa menyambut dan menjawab pertanyaan mereka dengan riang. Kalau kamu nggak bisa? Bisa dipastikan, kalau nggak diem, paling banter lidahmu akan berbunyi &#8220;yes no yes no&#8221; <img src='http://a-rief.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> . Malu nggak kalau kamu nggak bisa? Pasti donk! Selain itu, turis itu pasti mikir kalau kita itu nggak ramah dan nggak bisa menyambut tamu.</p>
<p>Pernahkah juga kamu melihat lowongan pekerjaan di koran atau majalah? Kalau pernah, pasti kamu bisa lihat bahwa sebagian besar lowongan tersebut (terutama dari perusahaan ternama) mensyaratkan para pelamarnya untuk menguasai beberapa bahasa asing. Ini mereka lakukan karena nantinya semua perusahaan akan banyak berhubungan dengan pihak asing. Kalau calon pelamarnya nggak bisa satupun bahasa asing gimana ya? Yang pasti akan didepak dong!</p>
<p>Melihat fenomena seperti itulah merupakan alasan bagi kita untuk mau tidak mau mempelajari berbagai bahasa asing, terutama bahasa yang populer seperti Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, atau yang lainnya. Toh, hal itu untuk kebaikan kita sendiri. Betul nggak?</p>
<p>Buku ini, selain berisi motivasi untuk belajar bahasa asing, juga mengulas beberapa kalimat dalam bahasa asing dan juga menyertakan informasi tempat untuk kursus.</p>
<p>Tertarik?</p>
<p><b>Informasi buku :</b><br />
Judul : Cuap-cuap Bahasa Asing, Siapa Takut?!<br />
Penulis : Dina Mardiana<br />
Penerbit : Era Eureka</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/cuap-cuap-bahasa-asing-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi, Kecurangan dalam UNAS</title>
		<link>http://a-rief.web.id/lagi-kecurangan-dalam-unas/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/lagi-kecurangan-dalam-unas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 21:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[unas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/lagi-kecurangan-dalam-unas/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah fenomena yang selalu berulang setiap tahunnya. Nggak perlu kaget, karena memang tidak ada yang perlu dikagetkan. Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan yang kemarin, banyak kecurangan yang biasanya dilakukan, yakni oleh orang tua maupun oleh guru dan sekolah penyelenggara UNAS. Kecurangan-kecurangan itu sudah banyak yang tercium dan dipublikasikan di berbagai media, baik cetak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah fenomena yang selalu berulang setiap tahunnya. Nggak perlu kaget, karena memang tidak ada yang perlu dikagetkan. Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan yang kemarin, banyak kecurangan yang biasanya dilakukan, yakni oleh orang tua maupun oleh guru dan sekolah penyelenggara UNAS. Kecurangan-kecurangan itu sudah banyak yang tercium dan dipublikasikan di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Para pelaku juga sudah dijatuhi hukuman atas perbuatannya.</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p>Beberapa kecurangan yang pernah terjadi antara lain sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Orang tua membeli kunci jawaban UNAS dari pihak tertentu, yang kebenarannya belum jelas. Padahal, sudah ada beberapa kasus yang membuktikan bahwa tidak semua kunci jawaban yang dijual itu asli. Dampaknya, pembeli kunci jawaban palsu tersebut nilainya akan jeblok. Lebih parahnya bisa nggak lulus.</li>
<li>Guru memberikan jawaban UNAS lewat berbagai macam cara, seperti lewat SMS (pesan singkat via ponsel), potongan kertas kecil, dan ada juga yang membetulkan jawaban yang salah ketika lembar jawaban siswanya akan dikembalikan ke dinas. Jika ada yang dianggap punya nilai sempurna, maka akan &#8220;dipermak&#8221; semaksimal mungkin sehingga hasilnya tidak 100% benar, tentunya untuk menghilangkan kecurigaan pihak-pihak yang berwajib.</li>
</ol>
<p>Sebenarnya kita sulit menentukan apakah perbuatan kecurangan-kecurangan  itu merupakan perbuatan baik atau malah sebaliknya. <strong>Penjual kunci jawaban</strong>, bermaksud untuk &#8220;membantu&#8221; para siswa menghadapi kesulitan, dan tentunya memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan materi. <strong>Orang tua</strong>, tentunya tak ingin menanggung malu kalau anaknya tak bisa lulus UNAS. Pihak <strong>sekolah dan guru</strong> juga tak kalah, mereka tak ingin gengsi mereka menjadi turun, dengan adanya siswa mereka yang tak lulus atau ada yang memiliki nilai rendah.</p>
<p>Jika boleh dibilang, mereka hanya pelaku sekaligus korban dari sistem pendidikan yang dengan &#8220;kejamnya&#8221; menjadikan UNAS sebagai penentu kelulusan. Kenapa korban? Kalau sistem UNAS tidak seperti itu, pasti kejadiannya akan berbeda.</p>
<p>Ada yang nggak setuju?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/lagi-kecurangan-dalam-unas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNAS, Hantu yang Tetap Ditakuti</title>
		<link>http://a-rief.web.id/unas-hantu-yang-tetap-ditakuti/</link>
		<comments>http://a-rief.web.id/unas-hantu-yang-tetap-ditakuti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 18:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[unas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a-rief.web.id/unas-hantu-yang-tetap-ditakuti/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mas, soalnya kok sulit-sulit sih! Aku nggak yakin ma sebagian besar jawabanku. Aku takut nggak lulus nich!&#8221; &#8220;Santai aja, pokoknya selama kamu tetep belajar dan berdoa, pasti semuanya berjalan dengan lancar.&#8221; &#8220;Tapi aku bisa lulus nggak ya?&#8221; &#8220;Kamu pasti bisa lulus kok. Tenang aja, jangan gugup waktu ujian berlangsung. Percaya aja ma dirimu sendiri&#8221; Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mas, soalnya kok sulit-sulit sih! Aku nggak yakin ma sebagian besar jawabanku. Aku takut nggak lulus nich!&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Santai aja, pokoknya selama kamu tetep belajar dan berdoa, pasti semuanya berjalan dengan lancar.&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Tapi aku bisa lulus nggak ya?&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Kamu pasti bisa lulus kok. Tenang aja, jangan gugup waktu ujian berlangsung. Percaya aja ma dirimu sendiri&#8221;</em></p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>Kalau kalian tanya tentang persiapan UNAS pada anak-anak sekolah (dari SD sampai SMA), pasti yang ditanya akan sedikit kaget. Kenapa? Karena sejak dulu UNAS ini memang sesuatu yang cukup menakutkan bagi mereka. Perhatikan aja percakapan di atas antara aku dengan &#8220;adik-adikku&#8221; selama 5 hari melewati ujian yang menurut mereka menakutkan itu. Kelihatan banget kalau mereka gugup dan kurang optimis bisa lulus dari UNAS. Menurutku sih wajar banget kalau mereka berpikir gitu. Gimana nggak pesimis, soalnya aja sulit, trus kalau misalnya nggak dapat nilai minimal bakal bisa dipastikan yang bersangkutan akan nggak lulus, dan &#8230; (pikir sendiri deh kelanjutannya!).</p>
<p>Nggak cuma anak yang ikut UNAS aja yang bingung, tapi juga orang tua, dan guru juga ikutan bingung. Orang tua dan guru bingung karena takut malu jika anak/siswanya nggak lulus. Dengan dalih seperti ini, akhirnya seperti kita tahu di berbagai media, ada beberapa sekolah yang melakukan kecurangan demi membantu siswanya agar bisa lolos UNAS. Para orang tua yang kelewat takut juga ada yang berusaha mencari Kunci Jawaban UNAS dari orang yang nggak jelas, yang bisa aja mereka penipu.</p>
<p>Sejak dulu UNAS memang menimbulkan kontroversi. Tentangan terbesar didasarkan karena hasil UNAS dijadikan standar lulus nggaknya peserta dari sekolah tempatnya menuntut ilmu. Apalagi yang dijadikan standar adalah secara nasional, bukannya secara daerah. Bukankah kemampuan anak di setiap daerah berbeda? Bahkan perbedaan itu juga bisa dilihat dari tiap sekolah. Apakah dengan standar nasional ini semua siswa bahkan di pelosok dapat menyelesaikannya dan lulus dengan nilai yang memadai? Jawaban simpelnya, kemungkinan besar TIDAK!</p>
<p>Mungkin yang diperlukan sekarang bukan hanya ujian kognitif seperti itu, tapi juga bisa dengan memberikan ujian-ujian untuk bidang yang lain. Atau yang mungkin akan menarik adalah meniadakan kedudukan UNAS sebagai penentu kelulusan, tetapi hanya sebagai alat tes perbandingan prestasi tiap siswa antar individu.</p>
<p>Semoga dunia pendidikan kita bisa terus maju!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a-rief.web.id/unas-hantu-yang-tetap-ditakuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
